Pembukuan seharusnya bukan pekerjaan Anda.

Lemondrop sedang dibangun ulang menjadi mesin akuntansi untuk bisnis Indonesia. Mesinnya membaca mutasi bank, settlement pembayaran, dan foto nota yang dikirim staf Anda, membukukan yang sudah pasti, lalu bertanya untuk sisanya. Enam pertanyaan seminggu, bukan enam jam.

Belum ada yang bisa dicoba. Belum ada pelanggan, belum ada studi kasus. Satu email saat ada yang nyata.

Yang masuk

  • Mutasi BCA− Rp 4.250.000

    TRSF E-BANKING DB PT SINAR BANGUNAN

    Bahan bangunan / Bank BCA

    cocok dengan tagihan BILL-0219

  • Settlement Xendit+ Rp 12.500.000

    Link invoice dibayar, QRIS

    Bank BCA / Piutang usaha

    cocok dengan invoice INV-1043

  • Foto dari Wayan− Rp 185.000

    Warung Bu Made, makan siang tim

    Konsumsi karyawan / Kas kecil

    dibaca dari notanya

Yang tidak bisa dipastikan

Mutasi BCA− Rp 2.000.000

TRSF E-BANKING DB, tanpa keterangan

Rp 2.000.000 keluar dari BCA pada 15 Agustus dan tidak ada catatan lain yang menyebutkannya. Ini untuk apa?

Prive pemilikBayar supplierLainnya

Tiga diselesaikan sendiri. Satu ditanyakan. Bagian terakhir itu satu-satunya yang butuh Anda.

Contoh dari yang sedang dibangun. Bukan akun sungguhan, dan angkanya dibuat-buat.

Yang dibaca

Mutasi rekening Anda

Mutasi yang memang sudah diberikan bank Anda, baris demi baris. Ini yang membuat sisanya berarti: kalau sebuah pembayaran atau nota tidak menemukan baris mutasi yang cocok, mesinnya tahu ada yang hilang dan bilang. Tanpa perlu kerja sama dengan bank, dan tanpa perlu data login Anda.

Link pembayaran Anda

Hubungkan akun Xendit Anda sendiri, dan setiap settlement masuk begitu dana cair — transfer, QRIS, virtual account. Invoice-nya update sendiri, dan jurnalnya sudah tertulis sebelum Anda sempat membuka aplikasi.

Foto nota dan tagihan lewat email

Staf Anda memfoto nota lalu mengirimkannya. Supplier Anda mengirim tagihan ke alamat email milik bisnis Anda. Keduanya dibaca, dikodekan, dan dibukukan, dengan dokumen aslinya menempel di jurnal supaya siapa pun bisa memeriksa.

Dari mana ini berasal

Saya menjalankan bisnis pengelolaan properti dan sebuah laundry di Bali. Saya membangun Lemondrop karena semua software akuntansi yang dijual di sini berasumsi Anda senang melakukan pembukuan, dan saya tidak.

Versi yang hidup sekarang berfungsi. Invoice, pengeluaran, penggajian dengan PPh 21 dan BPJS, laporan dalam Rupiah dengan PPN yang benar. Tapi tetap saja produk yang mengharuskan manusia duduk dan mengetik, dan setelah setahun membangunnya saya rasa itu bentuk yang salah untuk pemilik usaha yang sudah punya pekerjaan.

Jadi sekarang dibangun ulang sebagai mesin. Belum ada yang bisa dicoba dan belum ada pelanggan. Kalau idenya terdengar benar buat Anda, tinggalkan email dan saya kabari saat ada yang nyata untuk dilihat.

Gregory Kolkman, Bali

Mau tahu saat dibuka?

Satu email. Bukan newsletter.